..::DAPATKAN PROMO MOBIL MITSUBISHI MELALUI WEBSITE INI::.. ..::PAKET KREDIT DENGAN BUNGA 0%::.. ..::MENERIMA DP MINIM JAMINAN ACC::.. ..::TENOR HINGGA 7 TAHUN::.. ..::BI CHECKING?? TAKUT REJECT?? KAMI ADA SOLUSI::..
Menu
Model
Beranda » Promo & Info » Pentingnya Safety Belt dan Airbags Sebagai Kesatuan Keselamatan

Pentingnya Safety Belt dan Airbags Sebagai Kesatuan Keselamatan

Dipublish pada 9 Desember 2019 | Dilihat sebanyak 116 kali | Kategori: Promo & Info

Safety belt atau sabuk pengaman tidaklah secanggih teknologi sensor rem otomatis atau sepintar Active Park Assist. Kendati ada teknologi yang memperingatkan pengemudi untuk menggunakan sabuk keselamatan, alat ini tetaplah dioperasikan secara manual.

Akan tetapi jangan remehkan peranti yang satu ini, karena ia berperan vital terhadap keselamatan pengemudi ketika terjadi benturan.

Di Indonesia berkendara dengan menggunakan sabuk keselamatan masih belum menjadi kebiasaan. Karena itu Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) menyarankan pengendara untuk selalu memakai sabuk pengaman.

Apalagi pemakaian safety belt adalah suatu kewajiban bagi pengemudi dan penumpang sebelum kendaraan bergerak, sebagaimana tertuang dalam UULAJ No.22/2009.

Safety belt dapat melindungi penggunanya dari cedera yang lebih parah dalam suatu kecelakaan. Selain itu safety belt berfungsi menahan tubuh sehingga tidak menumbuk setir, dashboard, terlontar keluar melalui kaca depan, atau terlempar keluar dari pintu atau kaca samping saat kecelakaan.

Keuntungan lain, tetap menjaga posisi mengemudi yang benar saat menghindar/berhenti mendadak bahkan ditabrak oleh kendaraan lain.

Seatbelt harus benar-benar digunakan, di tulang pinggul dan tulang bahu. Karena ini adalah tulang yang kokoh. Saat kecelakaan, safety belt yang terpelintir akan memperparah cedera

“Jadi gunakanlah sabuk keselamatan bagi pengemudi dan seluruh penumpang sebelum kendaraan bergerak karena kita tahu manfaatnya, bukan karena peraturan,” imbuh IDDC.

Airbags (SRS) dan Head Restraint

Namun perlu dipahami, safety belt hanya memberi perlindungan pada kecelakaan kecil. Pada kecelakaan dengan kecepatan yang lebih tinggi, penumpang tetap akan terbentur pada kemudi atau dashboard.

Airbags adalah Supplementary or Secondary Restraint Systems yang bersama dengan seatbelt mengurangi cedera yang parah. Tanpa airbag pada kecelakaan yang fatal dapat berakibat cedera yang lebih  parah

Airbag dan seatbelt bekerja bersama-sama untuk meminimalkan benturan. Keberadaan airbag bukan berarti boleh mengemudi tanpa menggunakan seat belt. Karena bila mengemudi tanpa seatbelt pada kendaraan dengan airbag, Anda akan tertampar langsung saat airbag mengembang.

Kapan airbag mulai bekerja dan menyelamatkan pengendara? Kurang dari satu detik, airbag akan mulai mengembang akibat benturan, mengembang sempurna, melindungi pengemudi dari benturan dan mulai mengempis, serta kecepatan mengembang kurang lebih 230 km/jam

Kemudian bagaimana dengan Head Restraint? Ini juga perlu diperhatikan, tidak boleh dianggap sepele. Ketinggian Head restraint harus cukup untuk menahan bagian belakang kepala.

Kebanyakan pengemudi, mempunyai anggapan yang salah, yaitu apabila kendaraan di depannya mengerem dan berhenti mendadak, maka dia akan dapat mengerem dan berhenti pada jarak yang sama pula. Waktu persepsi dan waktu reaksi manusia dikategorikan sebagai Waktu Reaksi Manusia perlu waktu 1 detik.

Waktu reaksi kendaraan dan kemampuan rem kendaraan dikategorikan dalam Waktu Reaksi Mekanikal yang membutuhkan waktu 1 detik. Jadi total waktu reaksi yang diperlukan paling tidak 2 detik, ditambah 1 detik (safety factor) menjadi 3 detik total waktu reaksi.

Jarak Aman

Safe Driving Rule mengatakan bahwa pengemudi harus memelihara jarak aman ketika mengikuti dengan kendaraan di depannya. Jarak mengikuti yang aman (Safe Following Distance) ditetapkan dengan rumus 3 detik, di mana pengemudi harus memelihara jarak antara kendaraannya dengan kendaraan yang di depannya sejauh hitungan 3 detik.

Saat kondisi cuaca dan jalan yang kurang ideal, ditambah hitungan menjadi sekitar 3 hingga 6 detik (atau disesuaikan dengan kondisi).

Bagikan

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Artikel Menarik Lainnya

Mengenal Understeer Atau Oversteer dan Peran Stability Control

Dipublish pada 23 November 2019 | Dilihat sebanyak 23 kali | Kategori: Promo & Info

Jika Anda kerap melewati jalanan yang berliku dan licin karena genangan air hujan pasti sesekali Anda pernah mengalami yang namanya oversteer atau understeer. Mungkin bagi Anda yang awam dengan istilah itu hanya berpikir jika mobil mengalami selip sehingga hilang kendali... selengkapnya

Komponen Ini Memiliki Peran Penting di Mitsubishi Triton Terbaru

Dipublish pada 11 Oktober 2019 | Dilihat sebanyak 25 kali | Kategori: Promo & Info

Satu dari tiga mobil baru Mitsubishi di Indonesia telah dirilis bulan ini, yaitu Mitsubishi Triton. Sebagai mobil pick-up double cabin, Mitsubishi Triton di Indonesia sendiri lebih sering digunakan untuk kendaraan operasional pertambangan atau off-road. Kondisi tersebut memaksa Mitsubishi Triton harus bisa... selengkapnya

4 Bagian Kaki-Kaki Mobil yang Wajib Dicek, Biar Tetap Nyaman dan Selamat

Dipublish pada 4 November 2019 | Dilihat sebanyak 132 kali | Kategori: Promo & Info

Tak hanya mesin, bagian vital yang perlu dilakukan pengecekan setelah berkendara jarak jauh yaitu pada bagian kaki-kaki mobil. kaki-kaki mobil wajib dilakukan pemeriksaan lantaran bagian ini mendapatkan tekanan dari mobil paling besar. Lain halanya jika tidak dilakukan perawatan, kaki-kaki mobil... selengkapnya

JEJAK PENGUNJUNG

12855
Hari ini : 2
Kemarin : 16
Bulan ini : 474
Tahun ini : 3109
Total Kunjungan : 12855
Hits Hari ini : 13
Total Hits : 25780
Who's Online : 1

Pembiayaan

– BCA Finance
– Cimb Niaga
– Indomobil Finance
– Adira Finance
– Dipo Star Finance

Chat WhatsApp
Telp Sekarang